Senin, 28 Desember 2009

Senin, 07 Desember 2009

PIRANTI KOGNITIF KETIKA UJIAN

Piranti kognitif merupakan alat bantu seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Di dalam pembelajaran, piranti kognitif bagi peserta didik sangat membantu sekali memudahkan untuk menyelesaikan tugas ataupun sesuatu yang dikerjakan dalam pembelajaran, seperti kalkulator, laptop, kamus dan lain-lain. Akan tetapi di samping itu, piranti kognitif juga akan sangat berpengaruh terhadap daya pikir peserta didik dalam menampung atau menyerap pelajaran atau ilmu yang diperoleh, hanya akan menjadikan peserta didik malas berfikir karena sudah tergantung dengan adanya piranti kognitif.
Menggunakan atau memanfaatkan piranti kognitif pada saat ujian tidak boleh. Mengapa demikian? karena pada saat itulah (ujian) peserta didik dapat terlihat seberapa besar kemampuan peserta didik di dalam mengerjakan soal-soal ujian dengan kemampuan berfikirnya tanpa adanya piranti kognitif. Dengan adanya piranti kognitif, otak seorang peserta didik tidak akan bekerja maksimal dalam mengerjakan soal-soal ujian, yang ada hanya bagaimana agar soal-soal ujian tersebut dapat dikerjakan dengan mudah dan cepat tanpa harus menguras otak untuk berfikir lebih lama. Ini akan menjadian berkurangnya kemampuan berfikir peserta didik dan justru kemalasan berfikirlah yang akan didapat.

Senin, 02 November 2009

Presentasi

Bagaimanakah presentasi yang efektif?
Dalam menyajikan presentasi hendaknya seseorang memperhatikan berbagai hal mengenai bagaimana cara presentasi yang baik. Dalam hal ini perlu diperhatikan seseorang dalam .
Penyampaian yang monoton seringkali membuat audien jenuh dan cenderung kurang bias vokus terhadap apa yang dipresentasikan oleh presentator. Materi yang disajikan hendaknya jelas dan singkat. Presentasi akan lebih menarik dan efektif dengan menggunakan power point, karena audien akan lebih mudah memahami isi dari materi yang disampaikan. Dengan ini juga akan lebih memudahkan presentator dalam mengerjakan atau penggarapan bahan presentasi (praktis).
Perlu diperhatikan juga, seringkali presentator cenderung hanya vokus kepada apa yang dipresentasikan tanpa melihat kondisi audien. Maka dari itu, kontak mata dengan audien sangatlah perlu agar audien merasa diperhatikan dan merasa bahwa materi itu penting, begitu juga audien ada timbal balik (memperhatikan presentasi).
Ini adalah catatan penting bagi seorang presentator dalam presentasi, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang masih perlu diperhatikan