Senin, 08 Maret 2010

TEHNIK PENGAMBILAN GAMBAR

Mengambil gambar untuk keperluan-keperluan tertentu, seperti pemotretan iklan, pernikahan, koleksi (keperluan pribadi) dan gambar-gambar yang lain dengan menggunakan alat pemotretan seperti kamera digital ataupun alat-alat pemotretan yang lain , jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, sangat diperlukan teknik atau cara-cara teentu.
Jika pemotretan dilakukan dengan menggunakan kamera digital dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:
a. Pegang kamera dengan baik dan mantap. Gunakan satu tangan untuk memegang kamera dan mengoperasikan kontrol zoom. Saat memegang kamera, tagan jangan samapai goyah karena akan sangat ,mempengaruhi hasil pemotretan sehingga dapat berakibat terjadinya guncangan pada gambar yang tidak bergunanya gambar yang terekam.
b. Jika terjadi guncangan dengan mengunakan tangan, maka hindari hal seperti itu. Gunakanlah alat penyangga kamera, sehingga pengambilan gambar bisa maksimal dan tidak goyah
c.Hindarkan penggunaan tehnik zoom untuk merekam pemandangan yang luas tanpa menggunakan tripod. Cara ini adalah untuk menghindari terjadinya hasil gambar yang pecah atau kurang jelas
d.Saat pengambilan gambar, jangan langsung di lepas, diperlukan sekitar tiga detik setelah pemencetan kamera untuk menghidari gambar yang kabur
e. Gambar yang diambil harus mendapatkan cahaya yang cukup, agar gambar yang diambil sesuai dengan yang diinginkan
f. Setelah cara-cara di atas telah dilakukan, maka ambillah gambar sebanyak-banyaknya, kemudian setelah itu gambar yang sudah ada dapat pilah-pilah ,hapus gambar yang dirasa tidak perlu atau kurang bagus dengan menyisihkan gambar yang dianggap perlu
Demikian cara pngambilan gambar yang sangat perlu diperhatikan, terutama oleh seorang fotografer dan pemotret-pemotret lain umumnya untuk menghasilkan hasil gambar yang maksimal.

Sabtu, 02 Januari 2010

TUGAS UAS Rukun Islam

Check out this SlideShare Presentation:

TUGAS GAME

Check out this SlideShare Presentation:

Senin, 28 Desember 2009

Senin, 07 Desember 2009

PIRANTI KOGNITIF KETIKA UJIAN

Piranti kognitif merupakan alat bantu seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Di dalam pembelajaran, piranti kognitif bagi peserta didik sangat membantu sekali memudahkan untuk menyelesaikan tugas ataupun sesuatu yang dikerjakan dalam pembelajaran, seperti kalkulator, laptop, kamus dan lain-lain. Akan tetapi di samping itu, piranti kognitif juga akan sangat berpengaruh terhadap daya pikir peserta didik dalam menampung atau menyerap pelajaran atau ilmu yang diperoleh, hanya akan menjadikan peserta didik malas berfikir karena sudah tergantung dengan adanya piranti kognitif.
Menggunakan atau memanfaatkan piranti kognitif pada saat ujian tidak boleh. Mengapa demikian? karena pada saat itulah (ujian) peserta didik dapat terlihat seberapa besar kemampuan peserta didik di dalam mengerjakan soal-soal ujian dengan kemampuan berfikirnya tanpa adanya piranti kognitif. Dengan adanya piranti kognitif, otak seorang peserta didik tidak akan bekerja maksimal dalam mengerjakan soal-soal ujian, yang ada hanya bagaimana agar soal-soal ujian tersebut dapat dikerjakan dengan mudah dan cepat tanpa harus menguras otak untuk berfikir lebih lama. Ini akan menjadian berkurangnya kemampuan berfikir peserta didik dan justru kemalasan berfikirlah yang akan didapat.